384Palembang  – Kementerian Koperasi dan UKM RI melalui Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha melaksanakan sosialisasi program pengembangan inkubator wirausaha di Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 20-21 Agustus 2014. Bertempat di Hotel Aston, acara sosialisasi tersebut melibatkan berbagai lembaga penyelenggara inkubator, universitas di wilayah Sumsel, pihak swasta, forum pendamping UKM, dan stakeholder yang berkaitan dengan upaya penumbuhkembangan pelaku usaha di Sumsel. Acara sosialisasi meliputi penyampaian materi oleh narasumber dari Kemenkop UKM RI mengenai pengenalan inkubator dan panduan umum inkubator wirausaha.

Setelah acara di buka oleh Asisten Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri, dilanjutkan dengan penjelasan umum program pengembangan inkubator wirausaha oleh Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha, Bramansetyo. Disampaikannya bahwa, Sumsel merupakan provinsi pertama yang diagendakan Kemenkop UKM RI dalam rangkaian roadshow sosialisasi pengembangan inkubator wirausaha. Sosialisasi dilakukan sebagai program awal tindak lanjut dari peraturan Presiden no. 27 tahun 2013 dan Peraturan Menteri Koperasi UKM RI nomor 11 tahun 2013, yang menginginkan seluruh perguruan  tinggi di Indonesia mempunyai lembaga inkubator wirausaha.

Hadir juga dalam acara tersebut adalah Inkubator bisnis dan teknologi Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Sumsel. Keberadaan lembaga inkubator yang dikelola oleh pemerintah, inkubator bisnis dan teknologi Balitbangnovda Sumsel telah dilegitimasi oleh SK Gubernur tahun 2010. Pada kesempatan tersebut, Balitbangnovda menyampaikan bahwa atas inisiasi Balitbangnovda, Sumsel saat ini telah memiliki Forum Komunikasi Inkubator Bisnis dan Teknologi Sumsel (FKIBS). Forum tersebut telah dilegitimasi oleh SK Gubernur nomor…… tahun 2014 yang beranggotakan penyelenggara inkubator di perguruan tinggi dan pemerintah serta lembaga lemlit non kementerian, yaitu : Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan UNSRI,  Program Mahasiswa Wirausaha Politeknik Negeri UNSRI, Inkubator Bisnis dan Teknologi Sumsel, Bina Darma Enterpreneurship Center, Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Teknologi STMIK MDP, serta Pusat Inovasi dan Inkubasi Barang Jadi Karet Baristand Industri Palembang.

Dalam kaitannya dengan program Kemenkop UKM RI yang telah memfasilitasi penyediaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di 20 provinsi, Balitbangnovda menyampaikan bahwa FKIBS akan turut mendukung program Kemenkop UKM RI tersebut. Untuk itu, Kemenkop UKM RI diharapkan dapat membuka keran informasi mengenai fasilitasi dan program apa saja yang dapat difungsikan maksimal oleh para pengelola inkubator di Sumsel. FKIBS mengharapkan tahun 2015, program PLUT dapat dialokasikan di Sumsel sehingga upaya menumbuhkembangkan wirausaha inovatif di Sumsel semakin mendapat akselerasi positif. Masukan tersebut direspon positif oleh Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM dengan melakukan kunjungan langsung ke inkubator bisnis dan teknologi Sumsel di Balitbangnovda untuk melihat langsung langkah yang telah dilakukan Sumsel serta berdiskusi mengenai program koordinasi dan sinergi selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*